Jumat, 15 November 2013



3.       TEORI ATOM THOMSON


Penemu elektron, Bapak J.J. Thomson

      Setelah teori atom Dalton dinyatakan gugur, maka Pak Thomson pun pada sekitar tahun 1890-an mencoba melakukan percobaan. Dengan berdasar teori  ilmuwan lainnya seperti Sir Humphry Davy yang membuktikan bahwa gas menjadi penghantar listrik yang lebih baik pada tekanan rendah.
    Thomson pun melakukan percobaan menggunakan tabung sinar katoda. Jadi tabung di bawah ini adalah tabung hampa udara, dan di masing-masing ujung tabung diberi arus listrik dengan tegangan yang cukup tinggi, ternyata pada tekanan yang rendah dan suhu tinggi, gas dalam tabung akan berpijar tergantung jenis zat dalam tabung. Jika tekanan gas dikurangi, daerah depan katode akan menjadi gelap. Daerah gelap ini terus bertambah jika tekanan gas terus dikurangi. Akhirnya, seluruh tabung menjadi gelap, tetapi bagian tabung depan katode berpendar dengan warna kehijauan. 
Melalui percobaan, dapat dibuktikan bahwa warna kehijauan itu adalah radiasi partikel. Karena berasal dari katode, maka sinar itu dinamakan sinar katode. Percobaan lebih lanjut membuktikan bahwa sinar katode merupakan radiasi partikel yang bermuatan listrik negatif yang selanjutnya disebut elektron.
1.        Sinar katode merambat lurus dari permukaan anode menuju katode
2.        Sinar katode dapat memutar kincir
3.        Sinar katode dibelokkan kearah kutub positif
 
Kesimpulan teori dari pak Thomson : 
“Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamya tersebar muatan 
negatif elektron"  
Ilustrasi teori atom thomson
Kelebihan :
Membuktikan adanya partikel lain yang bermuatan negatif dalam atom. Berarti atom bukan merupakan bagian terkecil dari suatu unsur.

Kelemahan :
Model Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut, belum dapat menjelaskan reaksi kimia yang terjadi antar atom.
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar