3. TEORI
ATOM THOMSON
| Penemu elektron, Bapak J.J. Thomson |
Setelah teori atom Dalton dinyatakan gugur, maka Pak
Thomson pun pada sekitar tahun 1890-an mencoba melakukan percobaan. Dengan
berdasar teori ilmuwan lainnya seperti Sir Humphry Davy yang membuktikan
bahwa gas menjadi penghantar listrik yang lebih baik pada tekanan rendah.
Thomson pun melakukan percobaan menggunakan tabung
sinar katoda. Jadi tabung di bawah ini adalah tabung hampa udara, dan di
masing-masing ujung tabung diberi arus listrik dengan tegangan yang cukup
tinggi, ternyata pada tekanan yang rendah dan suhu tinggi, gas dalam tabung
akan berpijar tergantung jenis zat dalam tabung. Jika tekanan gas dikurangi,
daerah depan katode akan menjadi gelap. Daerah gelap ini terus bertambah jika
tekanan gas terus dikurangi. Akhirnya, seluruh tabung menjadi gelap, tetapi
bagian tabung depan katode berpendar dengan warna kehijauan.
Melalui
percobaan, dapat dibuktikan bahwa warna kehijauan itu adalah radiasi partikel.
Karena berasal dari katode, maka sinar itu dinamakan sinar katode. Percobaan
lebih lanjut membuktikan bahwa sinar katode merupakan radiasi partikel yang
bermuatan listrik negatif yang selanjutnya disebut elektron.
1.
Sinar katode merambat lurus dari
permukaan anode menuju katode
2.
Sinar katode dapat memutar kincir
3.
Sinar katode dibelokkan kearah kutub
positif
Kesimpulan teori dari pak Thomson :
“Atom merupakan bola pejal yang
bermuatan positif dan didalamya tersebar muatan
negatif elektron"
| Ilustrasi teori atom thomson |
Kelebihan :
Membuktikan adanya partikel lain yang bermuatan negatif dalam atom. Berarti atom bukan merupakan bagian terkecil dari suatu unsur.
Membuktikan adanya partikel lain yang bermuatan negatif dalam atom. Berarti atom bukan merupakan bagian terkecil dari suatu unsur.
Kelemahan :
Model Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut, belum dapat menjelaskan reaksi kimia yang terjadi antar atom.
Model Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut, belum dapat menjelaskan reaksi kimia yang terjadi antar atom.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar