5.
Teori
atom Niels Bohr
Pak Niels Bohr
mengenalkan teori tentang lintasan-lintasan electron
Ternyata benar segala sesuatu yang ada di dunia ini
tidak ada yang sempurna. Setiap teori yang dikeluarkan ilmuwan pasti disamping
ada kelebihannya, juga ada kekurangannya. Dengan percobaannya, tahin 1911,
Niels Bohr berusaha memperbaiki teori Rutherford dengan melakukan percobaan
spectrum atom hydrogen.
Menurutnya
:
1. Hanya
ada seperangkat orbit tertentu yang diperbolehkan bagi satu elektron dalam atom
hidrogen. Orbit ini dikenal sebagai keadaan gerak stasioner (menetap)
elektron dan merupakan lintasan melingkar disekeliling inti.
2. Selama
elektron berada dalam lintasan stasioner, energi elektron tetap sehingga tidak
ada energi dalam bentuk radiasi yang dipancarkan maupun diserap.
3. Elektron
hanya dapat berpindah dari satu lintasan stasioner ke lintasan stasioner lain.
Pada peralihan ini, sejumlah energi tertentu terlibat, besarnya sesuai dengan
persamaan planck :
Δ E = hv
4. Lintasan
stasioner yang dibolehkan memilki besaran dengan sifat-sifat tertentu, terutama
sifat yang disebut momentum sudut. Besarnya momentum sudut merupakan
kelipatan dari h/2∏ atau nh/2∏, dengan n adalah bilangan bulat dan h tetapan planck.
Jadi menurut pak bohr, electron-elektron mengelilingi
inti pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit electron atau tingkat
energi.tingkat energy paling rendah adalah kulit electron yang terletak paling
dalam.semakin keluar semakin besar nomor kulitnya dan semakin tinggi tingkat
energinya.
Kelebihan atom Bohr adalah bahwa atom terdiri dari beberapa kulit untuk tempat
berpindahnya elektron.
Kelemahan model atom ini adalah tidak dapat menjelaskan efek Zeeman dan efek
Strack.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar